Friday, January 16, 2009

8 inspiring persons for me....

Blakangan lagi jatuh amat sama yang namanya motivasi,,,susah bangkit,,,tapi saya harus memotivasi diri sendiri...soalnya kalo inget orang2 yang saya kagumin...ternyata bikin saya malu...malu karena pengen seperti mereka tapi baru ada masalah dikit aja udah down duluan..nah ada beberapa yang bikin saya termotivasi...8 orang saya sebutkan disini...sebetulnya banyak...cuma kedelapan orang ini yang saat ini berada di peringkat atas...kalo ada yang nanya angka 8 kenapa..jawbannya adalah...ga tau...lagi pengen aja...hihi...

Kedelapan orang tersebut tanpa urutan prioritas adalah :

Saya mulai dari orang yang paling menginspirasi saya dan tidak perlu urutan dalam meletakkannya dalam daftar orang yang memberi saya inspirasi, yaitu :
### Ibuku tercinta dan Bapak serta kakak dan adik.
Emang sih lebih dari satu orang,,,cuma konsennya ya ke Ibu, Nurmi Jamin, S.PdI. Gimana nggak, sudah berapa tahun diberikan kasih sayang yang tiada hentinya. Support di setiap keadaan. Tempat mengeluh kesah..bersandar kalau bersedih...curhat segala macam hal...Ibu adalah alasan utama yang paling cepat membuat saya menangis karena setiap pengorbanannya...(seperti yang saat ini terjadi, bingung mau nulis apa tentang ibu,,,karena saking banyaknya yang harus ditulis,,mata merah,,,pandangan ke komputer kabur tergenangi air mata mengingat jasa2 Ibu, apalagi pengorbanan selama 3 tahun belakangan termasuk mencari modal awal agar anaknya bisa S2)...Semoga Alloh SWT memberikan kemuliaan kepada Ibu, Bapak serta keluarga...amiiiin...


1. Dr. Hakim L. Malasan (Dosen Astronomi ITB)
Pak Hakim ini pembimbing saya waktu Skripsi Tugas Akhir di Observatorium Bosscha pada tahun 2005. Orangnya tegas,,jelas dan cepat bergerak. Salah dikit selama hal itu prinsipil pasti kena "semprot"..maaf ya Pak. tapi justru itu yang membuat saya sadar diri dan temotivasi..Pertama kali kenal ketika ada diskusi mengenai oposisi mars di tahun 2003 ketika saya ke Obs. Bosscha. pada saat itu beliau baru pulang dari Jepang. Adalah jasa Pak Widya Sawitar yang mengenalkan saya kepada beliau.Kecintaannya pada dunia astronomi observasi membuat waktunya memang dihabiskan untuk hal tersebut, belakangan beliau aktif dalam mempromosikan remote telescope observation di Indonesia bekerja sama dengan Obs. Gunma di Jepang,. Kagum dengan Pak Hakim, membuat saya selalu ingin mencontoh beliau..Saat ini hubungan kami pun masih baik, walaupun saya sudah tidak terlalu berkecimpung di dunia astronomi, melainkan skrg saya konsen di bidang fisika bahan (material). Kepercayaan beliau kepada saya membentuk pribadi ini menjadi tahan dan siap bangkit ketika mendapat cobaan. Satu hal lain yang saya dapat dari beliau adalah mempertahankan komunikasi walaupun hanya sekedar email dan cepat membalas email tersebut selama tidak ada halangan.

2. Prof. Tjia May On, Ph.D (Guru Besar Emeritus Fisika ITB)
Sebuah kesempatan sangat berharga bisa bertemu, berinteraksi dengan beliau dan berdiskusi banyak hal yang tidak hanya tentang fisika secara langsung. Oktober 2006 saya resmi menjadi anggota KK Fisika Magnetik dan Fotonik ITB, dimana Pak Tjia, begitu kami biasa menyapanya, dengan sangat ramah memberikan saran untuk mahasiswa yang berdiskusi dalam bentuk presentasi di depan beliau. Semua ilmu beliau dari mulai dasar hingga lanjut beliau tumpahkan selama diskusi. Tidak ada gap yang terasa ketika berdiskusi dengannya. Di usianya yang sudah 74 tahun, beliau tetap terlihat bugar dan menekuni kegiatannya yang sudah dijalankan dari semenjak beliau masuk S1 di ITB tahun 50 akhir kalau tidak salah. Satu cerita tentang Pak Tjia, semenjak tahun 80an beliau mengajar tidak hanya di ITB, tetapi juga di Jakarta seperti Universitas Indonesia, Universitas Trisakti dll...Satu jadwal yang jelas yaitu hari senin, selasa, jum'at dan sabtu beliau ada di ITB,,,sedangkan rabu dan kamis ke Jakarta..dan itu beliau lakukan semenjak tahun 80an. Pernah beliau ditanya,,ga capek Pak bolak balik naek kereta tiap minggu seperti ini...Jawab beliau, kalau saya mikirn capek dan lain2, saya pasti tidak berangkat dan membagikan ilmu ini kepada orang lain. Sungguh mulia apa yang dilakukan oleh Pak Tjia. Konsistensinya dalam bidang Fisika membuat beliau cukup dipandang di dunia internasional , terbukti di tahun 2008 beliau mendapat penghargaan dari OKI, saya lupa nama penghargaannya. Belum lagi koleganya yang ada di luar negeri yang masih saling komunikasi. Sebagian besar pelaku fisika di negeri ini bisa jadi merupakan cetakan beliau. Belakangan beliau sering memperhatikan kami tidak hanya dari sisi akdemik, beliau sering "menginspeksi" makanan yang kami bawa dan dimakan didapur Lab, apakah sudah memenuhi syarat kesehatan atau belum...Senang rasanya bisa berinteraksi dengan beliau secara langsung, seperti apa yang sudah saya harapkan di tahun 2004 ketika pertama kali bertemu beliau di Seminar Internasional yang diadakan di ITB, ISMOA nama kegiatan itu dimana saat ini saya menjadi bagian dari acara tersebut.

3. Ustd. Anis Matta, Lc (SekJend Partai Keadilan Sejahtera)
Beliau adalah sosok yang saya kagumi dalam hal pemikiran kenegaraan dan gaya bicara yang luwes. SekJend Partai Keadilan Sejahtera (PKS) jabatannya saat ini. Saya memang belum pernah berinteraksi langsung dengan beliau, kecuali pernah SMS untuk datang ke rumahnya dalam rangka silaturahmi. Namun tidak jadi karena saya dan teman2 tidak bisa mengalokasikan waktu yang tepat untuk bertemu beliau. Tipe gaya bicara beliau sangat saya kagumi. Luwes namun tegas dan berisi, tidak berputar2 namun tepat sasaran. Senang bisa melihat beliau menyampaikan orasi atau sekedar menjadi pembicara di acara talkshow dan lain sebaginya.

4. Cecep E. Rustana Ph. D (Dosen Fisika Universitas Negeri Jakarta)
Beliau adalah pembimbing ke-1 waktu saya S1 di Fisika Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Arahan beliau dalam menulis karya ilmiah khususnya tugas akhir sangatlah membantu. Kesediaan beliau untuk dimintai saran baik mengenai topik fisika ataupun tidak, selalu direspon dengan sangat ramah dan enak diajak diskusi. Suasana santai ketika bersilaturahmi ke rumah beliau, bahkan kami diminta untuk melayani diri sendiri baik untuk makan ataupun yang lain, membuat suasana menjadi luwes dan tidak kaku ketika berbicara dengan beliau. Wawasan pendidikan dan keilmiahan yang beliau sampikan selalu saya terapkan sebagai pembelajaran dan memotivasi diri.

5. Drs. Widya Sawitar (Staff Planetarium Jakarta)
Staff Planetarium Jakarta yang konsisten dalam mempopulerkan astronomi bersama binaannya Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ). Pertama kali kenal di tahun 2003 ketika PKL di Planetarium. Sapaan ramah dan khas gaya Pak Widya yang senang bercanda menjadi motivasi tersendiri untuk selalu berdiskusi dengan beliau. Beliau lah yang mengenalkan saya ke Pak Hakim sehingga bisa Skripsi di Bosscha, serta para astronom lain di ITB semisal Ibu Premana W. Premadi, Ph.D, Pak Taufik Hidayat, Ph.D dan Pak Dhani Herdiwijaya, Ph.D, berkat peran beliau2 inilah saya merasa nyaman ketika berinteraksi dengan warga astronomi di obs. Bosscha. Pembimbing non formal untuk penulisan tugas akhir S1 yang ternyata diberikan dengan penuh konsentrasi dan saran yang nyata. Bisa jadi teman curhat pula, padahal secara umur beda jauh namun tetap bisa memahami kegundahan yang saya alami. Saat ini bisa dibilang beliau adalah rekan kerja, pembimbing keastronomian serta orang yang saya bisa cerita banyak hal.

6. Agustinus Agung Nugroho, Ph.D (Dosen Fisika ITB)
Beliau saat ini merupakan supervisor saya dalam menempuh pendidikan S2 di Fisika ITB. Orangnya bisa dibilang "workaholic", karena sebagian besar waktu beliau habiskan di kampus dan lab. Semua orang di lab saya pasti kenal dengan gaya bekerja beliau yang tekun dan orientasi yang jelas, paper ilmiah sekelas Nature dan Physical Review, beliau merupakan dosen Fisika ITB yang memiliki publikasi ilmiah terbanyak saat ini. Sudah banyak tulisan ilmiah yang beliau buat dan dijadikan referensi oleh banyak peneliti di negara lain. Ahlinya membuat Kristal Tunggal menurut Prof. Thom Palstra dari Univ. of Groningen. Sebuah kesempatan yang sangat luar biasa dibimbing oleh beliau dipadu dengan diskusi bersama Pak Tjia. Dengan gaya khasnya yang setiap hari menanyakan : "Ada yang baru ? atau Anything new?" , beliau membimbing saya dalam penulisan thesis dan memberikan kepercayaan yang besar dalam mengoperasikan alat yang ada di Lab sebagai asisten riset beliau. Sayang saat ini alatnya rusak dan sedang diperbaiki, jadi agak terhambat kerja. Namun beliau tetap tenang dan selalu mencoba alternatif ketika saya sedang mentok memikirikan ide tentang apa yang akan dilakukan selanjutnya dalam penelitian.

7. Dr. Terry Mart (Dosen Fisika UI)
Saya yakin beliau tidak terlalu kenal saya, karena kami bertemu hanya beberapa kali, yaitu pada waktu seminar di ITB dan Planetarium Jakarta ketika saya menjadi panitia. Bagi saya beliau adalah seorang inspirator berjalan. Banyak jurnal ilmiah yang telah diterbitkannya di jurnal internasional sekelas Physical Review, dan hebatnya itu dikirim dengan menggunakan nama dan institusi dari Indonesia yaitu Departemen Fisika Universitas Indonesia. Orangnya ramah dan luwes. Yang saya senangi adalah gaya pakaiannya yang santai ketika menghadiri conference sbagai pembicara tamu yaitu gaya khasnya yang memakai jaket hitam dan sepatu kets (lupa tulisannya..hehe..) dalam memberikan kuliah umum. Caranya menyampaikan materi sangat mudah untukdipahami.

8. Prof. Thomas. T.M. Palstra (Solid State Chemistry Group Leader, Zernike Institute, University of Groningen)
hehehe...ada bule nya juga...wkwkwkw....Pertama kali kenal beliau adalah tahun 2006 ketika beliau datang untuk menseleksi mahasiswa S2 Fisika ITB yang mau short term research di groningen. Tetapi, baru bisa diskusi panjang adalah ketika beliau datang di tahun 2008 untuk keperluan yang sama. Saya bertugas untuk menjemput beliau yang datang bersama Prof. Katja Loos di bandara soekarno hatta. Selama perjalanan kami banyak ngobrol soal Indonesia dan Belanda. Namun, yang menjadi inspirasi adalah ketika saya harus mengantarkan beliau ke bandara soekarno hatta untuk pulang kembali ke Belanda. Dalam perjalanan, kami sempat berhenti untuk makan siang di salah satu restoran di Tol Cipularang. Disitu kami berdiskusi tentang kegiatan saya nantinya pasca lulus S2. Ketika ditanya mau apa setelah S2 ?, saya jawab mau Ph.D. Sudah ada rencana mau kemana? saya bilang belum pasti, cuma pernah bertemu dengan prof dari jerman, namanya Prof. Markus Braden yang sempat menawari unutk S3 disana, dan kata beliau bagus karena Thom, begitu dia biasa dipanggil, kenal dengan pak Braden di Univ of Cologne. Bahkan beliau juga sempat menawarkan untuk ke groupnya setelah terlebih dahulu disarankan oleh Prof. Katja. Namun, yang menjadi pertanyaan beliau kemudian adalah setelah S3 mau ngap? Disitu saya sempat terhenti dan tidak bisa menjawab. namun beliau memberikan gambaran yang belum sempat terpikirkan oleh saya, yaitu ingin menjadi dosen seperti pak Agung yang setelah S3 pulang ke Indonesia dan tetap riset dengan mempertahankan kolaborasi atau menjadi profesional di bidang riset dengan menjadi peneliti di lembaga penelitian yang eksis di negara maju seperti yang beliau lakukan di Bell Laboratories Amerika selama 10 tahun sebelum kembali pulang ke Belanda kalau tidak salah. Ini memberikan saya pandangan baru tentang apa yang akan saya lakukan setelah lulus S2 nanti.

Itulah kedelapan orang yang saat ini menginspirasi saya dalam rangka meningkatkan motivasi yang saat ini sedang terseok-seok...mudah2an bisa kembali bangkit dan bisa sukses...amiiin...

Buat yang udah baca, makasih ya...sorry kalau kepanjangan... :)

1 comment:

  1. ckckckk,,,,
    pak riser.... pinter dan gaulnya paraaah,, hehe,

    ReplyDelete